Ekonomi Indonesia Terpukul oleh Kebijakan Perang Dagang
.CO.ID - JAKARTA. Konflik perdagangan akibat keputusan proteksionis dari AS sudah menciptakan keragu-raguan besar terhadap perekonomian Indonesia. Kenaiacan bea masuk yang tiba-tiba ini bisa merusak kemampuan bersaing produk diekspor dan dampaknya akan dirasakan di banyak bidang industri.
Kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Trump membawa pergeseran signifikan pada skenario ekonomi dunia. Sebagaimana diungkapkan oleh Tauhid Ahmad, seorang ahli ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), "Beberapa petunjuk mengenai apa yang tampaknya berlangsung dengan kebijakan geopolitik Trump," katanya saat menjadi pembicara dalam forum diskusi bernama Siaga Serunya Perang Dagang, acara tersebut digelar oleh INDEF, hari Jumat tanggal 4 April. Kondisi ini mencakup peningkatan minimalisir bantuan asing serta putusannya untuk mundur dari tubuh organisasi multilateral.
Hal ini mengindikasikan bahwa metode terbaru tersebut unik dibandingkan dengan para presiden yang lalu dan mungkin akan membawa dampak pada iklim dagang bersama beberapa negeri, seperti halnya dengan Indonesia.
Tingkat ketidakpastian yang diakibatkan oleh kebijakan tersebut jauh lebih tinggi daripada masa krisis sebelumnya, termasuk pandemi COVID-19 dan konflik antara Rusia dan Ukraina.
"Ketidakpastian dalam aspek ekonomi semakin meningkat akibar dari rendahnya minat berinvestasi pada keadaan saat ini," ujar Tauhid. Ini menimbulkan keragu-raguan di antara para investor serta pengusaha, situasi yang bisa memperlambat perkembangan perekonomian Indonesia.
Pengaruh dari konflik perdagangan tersebut pun kelihatan pada neraca perdagangan Indonesia, walaupun tarifnya mungkin tak sebesar di negera-negara lain.
"Indonesia cukup moderat, dengan tariff rate 32% hanya sekitar 0,9% dari total ekspornya," katanya.
Meskipun demikian, sebagai salah satu dari kelima negara besar tersebut, Indonesia harus menemukan metode untuk memindahkan fokus ekspornya ke negeri-negeri lain guna mengurangi ketergantungannya terhadap pasar di Amerika.
Penumpukan beberapa jenis bea tersebut diprediksi bakal mengganggu perkembangan ekonomi dunia secara keseluruhan. Tauhid Ahmad menyatakan tegas bahwa perekonomian planet masih terbilang dalam situasi sulit, dan bila keadaan ini bertahan lama, maka Indonesia bisa saja mendapat pengaruh signifikan di bidang dagang serta investasi.
Oleh karena itu, tindakan pencegahan yang sigap amat diperlukan dalam menangani berbagai hambatan tersebut.
Dia juga menggarisbawahi kebutuhan respons pemerintah terhadap masalah-masalah perdagangan yang timbul.
"Goverment harus dengan tegas mengkomunikasikan bahwa tarif ini tidak adil," imbuhnya.
Komentar
Posting Komentar